<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661</id><updated>2012-02-03T22:31:10.082+07:00</updated><category term='Cinta Rasul'/><category term='Kisah Teladan'/><category term='Motivasi'/><category term='YPP Al Munawwar'/><category term='Biografi Ulama'/><category term='10 Tokoh Berpengaruh NU'/><category term='Hari Besar Islam'/><category term='Anak'/><category term='Humor Sufi'/><category term='Seputar Haji'/><category term='Humor Gus Dur'/><title type='text'>Pondok Pesantren Al Munawwar</title><subtitle type='html'>Jl. Saguling Babakan Kel. Karsamenak Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-9133045603696836769</id><published>2011-02-23T03:37:00.007+07:00</published><updated>2011-10-04T20:32:18.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasul'/><title type='text'>Memuliakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/memuliakan-hari-kelahiran-nabi-muhammad.html"&gt;Memuliakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, Ketika memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam merayakan &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/memuliakan-hari-kelahiran-nabi-muhammad.html"&gt;Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt; dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana  maupun dengan cara yang cukup meriah. Pembacaan shalawat, barzanji dan  pengajian-pengajian yang mengisahkan &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/memuliakan-hari-kelahiran-nabi-muhammad.html"&gt;Sejarah Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt; menghiasi  hari-hari bulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar lima abad yang lalu, pertanyaan seperti itu juga muncul. Dan  Imam Jalaluddin as-Suyuthi (849 H – 911 H) menjawab bahwa perayaan  Maulid Nabi SAW boleh dilakukan. Sebagaimana dituturkan dalam Al-Hawi  lil Fatawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada bulan  Rabiul Awwal, bagaimana hukumnya menurut syara’. Apakah terpuji ataukah  tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak?  Beliau menjawab: Menurut saya bahwa asal perayaan Maulid Nabi SAW,  yaitu manusia berkumpul, membaca Al-Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi  SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian  menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang.  Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah  al-hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan  derajat Nabi SAW, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran  Nabi Muhammad SAW yang mulia”. (Al-Hawi lil Fatawi, juz I, hal 251-252).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi SAW itu merupakan  bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad  SAW ke dunia ini. Yang diwujudkan dengan cara mengumpulkan orang  banyak. Lalu diisi dengan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji  sejarah dan akhlaq Nabi Muhammad SAW untuk diteladani. Pengungkapan rasa gembira  itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari  Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَالِكَ فَلْيَفْرَخُوا&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian. (QS Yunus, 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini, jelas-jelas menyuruh kita umat Islam untuk bergembira  dengan adanya rahmat Allah SWT. Sementara Nabi Muhammad SAW adalah  rahmat atau anugerah Tuhan kepada manusia yang tiadataranya. Sebagaimana  firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. (QS. al-Anbiya’,107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, perayaan maulid itu sudah ada dan telah lama dilakukan  oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW.  Dalam sebuah hadits diriwayatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أبِي قَتَادَةَ الأنْصَارِي  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  سُئِلَ عَنْ صَوْمِ اْلإثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ  أُنْزِلَ عَلَيَّ – صحيح مسلم&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari RA bahwa Rasulullah SAW  pernah ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab, “Pada hari  itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (HR Muslim)&lt;br /&gt;Betapa Rasulullah SAW begitu memuliakan hari kelahirannya. Beliau  bersyukur kepada Allah SWT pada hari tersebut atas karunia Tuhan yang  telah menyebabkan keberadaannya. Rasa syukur itu beliau ungkapkan dengan  bentuk puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan ini menyiratkan bahwa merayakan kelahiran (maulid) Nabi  Muhammad SAW termasuk sesuatu yang boleh dilakukan. Apalagi perayaan  maulid itu isinya adalah bacaan shalawat, baik Barzanji atau Diba’,  sedekah dengan beraneka makanan, pengajian agama dan sebagainya, yang  merupakan amalan-amalan yang memang dianjurkan oleh Syari’at Islam.  Sayyid Muhammad’ Alawi al-Maliki mengatakan:&lt;br /&gt;“Pada pokoknya, berkumpul untuk mengadakan Maulid Nabi merupakan  sesuatu yang sudah lumrah terjadi. Tapi hal itu termasuk kebiasaan yang  baik yang mengandung banyak kegunaan dan manfaat yang (akhirnya) kembali  kepada umat sendiri dengan beberapa keutamaan (di dalamnya). Sebab,  kebiasaan seperti itu memang dianjurkan oleh syara’ secara parsial  (bagian-bagiannya)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya perkumpulan ini merupakan sarana yang baik untuk  berdakwah. Sekaligus merupakan kesempatan emas yang seharusnya tidak  boleh punah. Bahkan menjadi kewajiban para da’i dan ulama untuk  mengingatkan umat kepada akhlaq, sopan santun, keadaan sehari-hari,  sejarah, tata cara bergaul dan ibadah Nabi Muhammad SAW. Dan hendaknya  mereka menasehati dan memberikan petunjuk untuk selalu melakukan  kebaikan dan keberuntungan. Dan memperingatkan umat akan datangnya bala’  (ujian), bid’ah, kejahatan dan berbagai fitnah”. (Mafahim Yajib an  Tushahhah, 224-226)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diakui oleh Ibnu Taimiyyah. Ibn Taimiyyah berkata,  “Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi SAW akan diberi  pahala. Begitulah yang dilakukan oleh sebagian orang. Hal mana juga di  temukan di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Nabi Isa AS. Dalam  Islam juga dilakukan oleh kaum muslimin sebagai rasa cinta dan  penghormatan kepada Nabi SAW. Dan Allah SWT akan memberi pahala kepada  mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan dosa atas bid’ah  yang mereka lakukan”. (Manhaj as-Salaf li Fahmin Nushush Bainan  Nazhariyyah wat Tathbiq, 399)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah sewajarnya kalau umat Islam merayakan Maulid Nabi SAW  sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan  juga karena isi perbuatan tersebut secara satu persatu, yakni membaca  shalawat, mengkaji sejarah Nabi SAW, sedekah, dan lain sebagainya  merupakan amalan yang memang dianjurkan dalam syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Muhyiddin Abdusshomad&lt;br /&gt;Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Rais Syuriyah PCNU Jember.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-9133045603696836769?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/9133045603696836769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/memuliakan-hari-kelahiran-nabi-muhammad.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/9133045603696836769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/9133045603696836769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/memuliakan-hari-kelahiran-nabi-muhammad.html' title='Memuliakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-2190853286297335108</id><published>2011-02-07T08:27:00.006+07:00</published><updated>2011-10-04T20:31:11.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi Ulama'/><title type='text'>Biografi Ibnu Malik : Pengarang Kitab Alfiyyah</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html"&gt;&lt;b&gt;Biografi Ibnu Malik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; : &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html"&gt;&lt;b&gt;Pengarang Kitab Alfiyyah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html"&gt;&lt;b&gt;Ibnu Malik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, nama lengkapnya adalah Syeikh Al-Alamah Muhammad Jamaluddin ibnu Abdillah ibnu Malik al-Thay, lahir di Jayyan. Daerah ini sebuah kota kecil di bawah kekuasaan Andalusia (Spanyol). Pada saat itu, penduduk negeri ini sangat cinta kepada ilmu, dan mereka berpacu dalam menempuh pendidikan, bahkan berpacu pula dalam karang-mengarang buku-buku ilmiah. Pada masa kecil, Ibn Malik menuntut ilmu di daerahnya, terutama belajar pada Syaikh Al-Syalaubini (w. 645 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menginjak dewasa, ia berangkat ke Timur untuk menunaikan ibadah haji,dan diteruskan menempuh ilmu di Damaskus. Di sana ia belajar ilmu dari beberapa ulama setempat, antara lain Al-Sakhawi (w. 643 H). Dari sana berangkat lagi ke Aleppo, dan belajar ilmu kepada Syaikh Ibn Ya’isy al-Halaby (w. 643 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan dua kota ini nama Ibn Malik mulai dikenal dan dikagumi oleh para ilmuan, karena cerdas dan pemikirannya jernih. Ia banyak menampilkan teori-teori nahwiyah yang menggambarkan teori-teori mazhab Andalusia, yang jarang diketahui oleh orang-orang Syiria waktu itu. Teori nahwiyah semacam ini, banyak diikuti oleh murid-muridnya, seperti imam Al-Nawawi, Ibn al-Athar, Al-Mizzi, Al-Dzahabi, Al-Shairafi, dan Qadli al-Qudlat Ibn Jama’ah. Untuk menguatkan teorinya, sarjana besar kelahiran Eropa ini, senantiasa mengambil saksi (syahid) dari teks-teks Al-Qur’an. Kalau tidak didapatkan, ia menyajikan teks Al-Hadits. Kalau tidak didapatkan lagi, ia mengambil saksi dari sya’ir-sya’ir sastrawan Arab kenamaan. Semua pemikiran yang diproses melalui paradigma ini dituangkan dalam kitab-kitab karangannya, baik berbentuk nazhom (syair puitis) atau berbentuk natsar (prosa). Pada umumnya, karangan tokoh ini lebih baik dan lebih indah dari pada tokoh-tokoh pendahulunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama, ada yang menghimpun semua tulisannya, ternyata tulisan itu lebih banyak berbentuk nazham. Demikian tulisan Al-Sayuthi dalam kitabnya, Bughyat al-Wu’at. Di antara karangannya adalah Nazhom al-Kafiyah al-Syafiyah yang terdiri dari 2757 bait. Kitab ini menyajikan semua informasi tentang Ilmu Nahwu dan Shorof yang diikuti dengan komentar (syarah). Kemudian kitab ini diringkas menjadi seribu bait, yang kini terkenal dengan nama &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html"&gt;&lt;b&gt;Alfiyah Ibnu Malik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Kitab ini bisa disebut Al-Khulashah (ringkasan) karena isinya mengutip inti uraian dari Al-Kafiyah, dan bisa juga disebut Alfiyah (ribuan) karena bait syairnya terdiri dari seribu baris. Kitab ini terdiri dari delapan puluh (80) bab, dan setiap bab diisi oleh beberapa bait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab yang terpendek diisi oleh dua bait seperti Bab al-Ikhtishash dan bab yang terpanjang adalah Jama’ Taktsir karena diisi empat puluh dua bait. Dalam muqaddimahnya, kitab puisi yang memakai Bahar Rojaz ini disusun dengan maksud (1) menghimpun semua permasalahan nahwiyah dan shorof yang dianggap penting. (2) menerangkan hal-hal yang rumit dengan bahasa yang singkat , tetapi sanggup menghimpun kaidah yang berbeda-beda, atau dengan sebuah contoh yang bisa menggambarkan satu persyaratan yang diperlukan oleh kaidah itu.(3) membangkitkan perasaan senang bagi orang yang ingin mempelajari isinya. Semua itu terbukti, sehingga kitab ini lebih baik dari pada Kitab Alfiyah karya Ibn Mu’thi. Meskipun begitu, penulisnya tetap menghargai Ibnu Mu’thi karena tokoh ini membuka kreativitas dan lebih senior. Dalam Islam, semua junior harus menghargai seniornya, paling tidak karena dia lebih sepuh, dan menampilkan kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Khulashoh yang telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia ini, memiliki posisi yang penting dalam perkembangan Ilmu Nahwu. Berkat kitab ini dan kitab aslinya, nama Ibn Malik menjadi popular, dan pendapatnya banyak dikutip oleh para ulama, termasuk ulama yang mengembangkan ilmu di Timur. Al-Radli, seorang cendekiawan besar ketika menyusun Syarah Al-Kafiyah karya Ibn Hajib, banyaklah mengutip dan mempopulerkan pendapat Ibn Malik. Dengan kata lain, perkembangan nahwu setelah ambruknya beberapa akademisi Abbasiyah di Baghdad, dan merosotnya para ilmuan Daulat Fathimiyah di Mesir, maka para pelajar pada umumnya mengikuti pemikiran Ibnu Malik. Sebelum kerajaan besar di Andalusia runtuh, pelajaran nahwu pada awalnya, tidak banyak diminati oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setelah lama, pelajaran ini menjadi kebutuhan dan dinamislah gerakan karang-mengarang kitab tentang ilmu yang menarik bagi kaum santri ini. Di sana beredarlah banyak karangan yang beda-beda, dari karangan yang paling singkat sampai karangan yang terurai lebar. Maksud penulisnya ingin menyebarkan ilmu ini, kepada masyarakat, dan dapat diambil manfaat oleh kaum pelajar. Dari sekian banyak itu, muncullah Ibn Malik, Ibn Hisyam, dan al-Sayuthi. Karangan mereka tentang kitab-kitab nahwu banyak menampilkan metoda baru dan banyak menyajikan trobosan baru, yang memperkaya khazanah keilmuan. Mereka tetap menampilkan khazanah keilmuan baru, meskipun banyak pula teori-teori lama yang masih dipakai. Dengan kata lain, mereka menampilkan gagasan dan kreatifitas yang baru, seolah-olah hidup mereka disiapkan untuk menjadi penerus Imam Sibawaih (Penggagas munculnya Nahwu dan Shorof, red.). Atas dasar itu, Alfiyah Ibn Malik adalah kitab yang amat banyak dibantu oleh ulama-ulama lain dengan menulis syarah (ulasan) dan hasyiyah (catatan pinggir) terhadap syarah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Kasyf al-Zhunun, para ulama penulis Syarah Alfiyah berjumlah lebih dari empat puluh orang. Mereka ada yang menulis dengan panjang lebar, ada yang menulis dengan singkat (mukhtashar), dan ada pula ulama yang tulisannya belum selesai. Di sela-sela itu muncullah beberapa kreasi baru dari beberapa ulama yang memberikan catatan pinggir (hasyiyah) terhadap kitab-kitab syarah. Syarah Alfiyah yang ditulis pertama adalah buah pena putera Ibn Malik sendiri, Muhammad Badruddin (w.686 H). Syarah ini banyak mengkritik pemikiran nahwiyah yang diuraikan oleh ayahnya, seperti kritik tentang uraian maf’ul mutlaq, tanazu’ dan sifat mutasyabihat. Kritikannya itu aneh tapi putera ini yakin bahwa tulisan ayahnya perlu ditata ulang. Atas dasar itu, Badruddin mengarang bait Alfiyah tandingan dan mengambil syahid dari ayat al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitu tampak rasional juga, tetapi hampir semua ilmuan tahu bahwa tidak semua teks al-Qur’an bisa disesuaikan dengan teori-teori nahwiyah yang sudah dianggap baku oleh ulama. Kritikus yang pada masa mudanya bertempat di Ba’labak ini, sangat rasional dan cukup beralasan, hanya saja ia banyak mendukung teori-teori nahwiyah yang syadz Karena itu, penulis-penulis Syarah Alfiyah yang muncul berikutnya, seperti Ibn Hisyam, Ibn Aqil, dan Al-Asymuni, banyak meralat alur pemikiran putra Ibn Malik tadi. Meskipun begitu, Syarah Badrudin ini cukup menarik, sehingga banyak juga ulama besar yang menulis hasyiyah untuknya, seperti karya Ibn Jama’ah (w.819 H), Al-‘Ainy (w.855 H), Zakaria al-Anshariy (w.191 H), Al-Sayuthi (w.911 H), Ibn Qasim al-Abbadi (w.994 H), dan Qadli Taqiyuddin ibn Abdulqadir al-Tamimiy (w.1005 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di antara penulis-penulis Syarah Alfiyah lainnya, yang bisa ditampilkan dalam tulisan ini, adalah Al-Muradi, Ibnu Hisyam, Ibnu Aqil, dan Al-Asymuni.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html"&gt;&lt;b&gt;Al-Muradi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (w. 749 H) menulis dua kitab syarah untuk kitab Tashil al-Fawaid dan Nazham Alfiyah, keduanya karya Ibn Malik. Meskipun syarah ini tidak popular di Indonseia, tetapi pendapat-pendapatnya banyak dikutip oleh ulama lain. Antara lain Al-Damaminy (w. 827 H) seorang sastrawan besar ketika menulis syarah Tashil al-Fawaid menjadikan karya Al-Muradi itu sebagai kitab rujukan. Begitu pula Al-Asymuni ketika menyusun Syarah Alfiyah dan Ibn Hisyam ketika menyusun Al-Mughni banyak mengutip pemikiran al-Muradi yang muridnya Abu Hayyan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html"&gt;&lt;b&gt;Ibnu Hisyam&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (w.761 H) adalah ahli nahwu raksasa yang karya-karyanya banyak dikagumi oleh ulama berikutnya. Di antara karya itu Syarah Alfiyah yang bernama Audlah al-Masalik yang terkenal dengan sebutan Audlah . Dalam kitab ini ia banyak menyempurnakan definisi suatu istilah yang konsepnya telah disusun oleh Ibn Malik, seperti definisi tentang tamyiz. Ia juga banyak menertibkan kaidah-kaidah yang antara satu sama lain bertemu, seperti kaidah-kaidah dalam Bab Tashrif. Tentu saja, ia tidak hanya terpaku oleh Mazhab Andalusia, tetapi juga mengutip Mazhab Kufa, Bashrah dan semacamnya. Kitab ini cukup menarik, sehingga banyak ulama besar yang menulis hasyiyahnya. Antara lain Hasyiyah Al-Sayuthi, Hasyiyah Ibn Jama’ah, Ha-syiyah Putera Ibn Hisyam sendiri, Hasyiyah Al-Ainiy, Hasyiyah Al-Karkhi, Hasyiyah Al-Sa’di al-Maliki al-Makki, dan yang menarik lagi adalah catatan kaki ( ta’liq ) bagi Kitab al-Taudlih yang disusun oleh Khalid ibn Abdullah al-Azhari (w. 905 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html"&gt;&lt;b&gt;Ibnu Aqil&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;(w. 769 H) adalah ulama kelahiran Aleppo dan pernah menjabat sebagai penghulu besar di Mesir. Karya tulisnya banyak, tetapi yang terkenal adalah Syarah Alfiyah. Syarah ini sangat sederhana dan mudah dicerna oleh orang-orang pemula yang ingin mempelajari Alfiyah Ibn Malik . Ia mampu menguraikan bait-bait Alfiyah secara metodologis, sehingga terungkaplah apa yang dimaksudkan oleh Ibn Malik pada umumnya. Penulis berpendapat, bahwa kitab ini adalah Syarah Alfiyah yang paling banyak beredar di pondok-pondok pesantren, dan banyak dibaca oleh kaum santri di Indonesia. Terhadap syarah ini, ulama berikutnya tampil untuk menulis hasyiyahnya. Antara lain Hasyiyah Ibn al-Mayyit, Hasyiyah Athiyah al-Ajhuri, Hasyiyah al-Syuja’i, dan Hasyiyah Al-Khudlariy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarah Alfiyah yang hebat lagi adalah Manhaj al-Salik karya Al-Asymuni (w. 929 H). Syarah ini sangat kaya akan informasi, dan sumber kutipannya sangat bervariasi. Syarah ini dapat dinilai sebagai kitab nahwu yang paling sempurna, karena memasukkan berbagai pendapat mazhab dengan argumentasinya masing-masing. Dalam syarah ini, pendapat para penulis Syarah Alfiyah sebelumnya banyak dikutip dan dianalisa. Antara lain mengulas pendapat Putra Ibn Malik, Al-Muradi, Ibn Aqil, Al-Sayuthi, dan Ibn Hisyam, bahkan dikutip pula komentar Ibn Malik sendiri yang dituangkan dalam Syarah Al-Kafiyah , tetapi tidak dicantumkan dalam Alfiyah . Semua kutipan-kutipan itu diletakkan pada posisi yang tepat dan disajikan secara sistematis, sehingga para pembaca mudah menyelusuri suatu pendapat dari sumber aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini memiliki banyak hasyiyah juga, antara lain : Hasyiyah Hasan ibn Ali al-Mudabbighi, Hasyiyah Ahmad ibn Umar al-Asqathi, Hasyiyah al-Hifni, dan Hasyiyah al-Shabban. Dalam muqaddimah hasyiyah yang disebut akhir ini, penulisnya mencantumkan ulasan, bahwa metodanya didasarkan atas tiga unsur, yaitu (a) Karangannya akan merangkum semua pendapat ulama nahwu yang mendahului penulis, yang terurai dalam kitab-kitab syarah al-Asymuni. (b) Karangannya akan mengulas beberapa masalah yang sering menimbulkan salah faham bagi pembaca. (c) Menyajikan komentar baru yang belum ditampilkan oleh penulis hasyiyah sebelumnya. Dengan demikian, kitab ini bisa dinilai sebagai pelengkap catatan bagi orang yang ingin mempelajari teori-teori ilmu nahwu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-2190853286297335108?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/2190853286297335108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/2190853286297335108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/2190853286297335108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2011/02/biografi-ibnu-malik-pengarang-kitab.html' title='Biografi Ibnu Malik : Pengarang Kitab Alfiyyah'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-8744311381358608413</id><published>2010-12-14T08:25:00.004+07:00</published><updated>2011-10-04T20:27:21.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Gus Dur'/><title type='text'>Keputusan Rapat</title><content type='html'>Saat masih berada di bangku sekolah, Gus Dur memang terkenal sebagai anak yang usil bin jail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali dia berusaha mengerjai guru Bahasa Inggrisnya, dengan seember air, yang digantung di pintu kamar mandi di sekolahnya. Karuan saja, saat sang guru hendak membuka pintu, "Byuur!" basah kuyuplah sang guru asal Batak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika sang guru bertanya, "Siapa yang punya ide untuk menaruh ember itu di situ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menahan tawa Gus Dur menjawab, "Awalnya memang saya yang punya ide Bu. Tetapi kemudian sudah menjadi &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/12/keputusan-rapat.html"&gt;keputusan rapat&lt;/a&gt;."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-8744311381358608413?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/8744311381358608413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/12/keputusan-rapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/8744311381358608413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/8744311381358608413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/12/keputusan-rapat.html' title='Keputusan Rapat'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-8027502521251051137</id><published>2010-11-25T07:59:00.008+07:00</published><updated>2011-10-04T20:25:24.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Gus Dur'/><title type='text'>TK Abdurrahman Wahid</title><content type='html'>Setelah Gus Dur meninggal dunia, banyak pihak yang mengusulkan agar namanya diabadikan sebagai nama antara lain pada universitas, museum, nama jalan. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasa mantan Presiden RI tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya Universitas Abdurrahman Wahid di Jakarta, Museum Gus Dur di Jombang, Jalan Abdurrahman Wahid di Surabya, serta Wahid Institute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya perbincangan itu membuat pengurus LTMI PBNU Mukhlas teringat dengan humor Gus Dur waktu berkunjung ke Jombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kelahirannya itu, kata Mukhlas, Gus Dur pernah bercerita bahwa nama kakeknya telah diabadikan menjadi nama universitas, yaitu Institut Keislaman Hasyim Asy'ari (IKAHA) Tebuireng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara nama ayahnya telah diabadikan menjadi nama SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng dan SMP A. Wahid Hasyim. “Nah berarti saya nanti cuma kebagian &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/11/tk-abdurrahman-wahid.html"&gt;TK Abdurrahman Wahid&lt;/a&gt;,” ujar Gus Dur, seperti ditirukan Mukhlas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-8027502521251051137?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/8027502521251051137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/11/tk-abdurrahman-wahid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/8027502521251051137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/8027502521251051137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/11/tk-abdurrahman-wahid.html' title='TK Abdurrahman Wahid'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-3994883392619688689</id><published>2010-10-30T13:02:00.004+07:00</published><updated>2011-10-04T20:23:21.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Gus Dur'/><title type='text'>Menyengsarakan Anggota DPR</title><content type='html'>Suatu hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan, wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak, betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, program ini &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/menyengsarakan-anggota-dpr.html"&gt;menyengsarakan anggota DPR&lt;/a&gt;. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-3994883392619688689?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/3994883392619688689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/menyengsarakan-anggota-dpr.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/3994883392619688689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/3994883392619688689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/menyengsarakan-anggota-dpr.html' title='Menyengsarakan Anggota DPR'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-1070105186125933174</id><published>2010-10-27T11:42:00.007+07:00</published><updated>2011-10-04T20:21:12.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Haji'/><title type='text'>Sejarah Pembangunan Ka’bah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMeLMMvuoII/AAAAAAAAACE/sP12w0ZX7j4/s1600/Sejarah+Ka%27bah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;" Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia " (QS. Al-Imran, ayat 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;&lt;b&gt;Ka'bah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah bangunan suci ummat Muslim yang terletak di tengah Masjidil Haram di kota Mekah. Dan merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah shalat bagi umat Islam diseluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah. Ka'bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul 'Atiq (Rumah Kemerdekaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur " (QS. Ibrahim, ayat 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca ayat diatas, kita bisa mengetahui bahwa Ka'bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim AS menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Ka'bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim AS menginjakan kakinya di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;&lt;b&gt;Bentuk Ka’bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://3.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMeaLshh28I/AAAAAAAAACM/iw9tUztWuzo/s200/Ka%27bah.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="200" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Beginilah kira-kira bentuk Ka'bah Nabi Ibrahim&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bentuk Ka’bah yang dibangun Nabi Ibrahim sebenarnya berbeda dengan yang kita lihat sekarang. Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il, Ka’bah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi, bentuknya juga lebih panjang dengan memasukkan Hijir Isma’il didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini seperti yang ditunjukkan oleh Hadist yang diriwayatkan Imam Bukhori dari Siti Aisyah, bahwasanya Nabi Muhammad Saw berkata padanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bukankah kau melihat kaummu ketika membangun Ka’bah mereka memendekkannya dari pondasi-pondasi Ibrahim?”. Maka aku (Aisyah) berkata : “Wahai Rasulullah, apakah kita tidak saja kembalikan pada pondasi-pondasi Ibrahim?” Nabi berkata : “Seandainya kaummu tidak baru saja kufur niscaya aku lakukan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;&lt;b&gt;Pembangunan Ka’bah Oleh Kaum Quraisy&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="http://3.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMecyAzjgAI/AAAAAAAAACQ/DBbcCXzNJtI/s320/Banjir+Ka%27bah.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu banjir yang melanda Ka'bah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Lima tahun sebelum tahun kenabian, Mekah dilanda banjir besar sehingga meluap ke Masjidil Haram dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan dapat meruntuhkan Ka’bah, karena sejak zaman Ibrahim hingga Quraisy, Ka’bah dibangun dengan menggunakan tumpukan batu dan tanpa perekat tanah atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun Ka’bah, walaupun waktu itu merupakan era jahiliyyah dimana banyak kejahatan dan kemunkaran, namun mereka tidak mau membangun Ka’bah kecuali dengan harta yang bersih dan halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;&lt;b&gt;Peletakan Hajar Aswad&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMegqRlrlCI/AAAAAAAAACU/Oz_IOdAwTzE/s200/hajar-aswad.jpg" width="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hajar Aswad merupakan batu yang berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim AS. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh disisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat bertawaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Ketika sampai pada peletakkan Hajar Aswad, kaum Quraisy berselisih, siapa yang akan menaruhnya. Perselisihan ini nyaris menimbulkan pertumpahan darah, akan tetapi dapat diselesaikan dengan kesepakatan menunjuk seorang pengadil hakim yang memutuskan. Pilihan tersebut, ternyata jatuh pada Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw dengan bijak berkata pada mereka : “Berikan padaku sebuah kain”. Lalu didatangkanlah kain kepada beliau, kemudian beliau mengambil hajar Aswad dan menaruhnya dalam kain itu dengan tangannya. Lalu beliau berkata : ” Hendaklah setiap qabilah memegang sisi-sisi kain ini, kemudian angkatlah bersama-sama!”. Mereka lalu melakukannya dan ketika telah sampai ditempatnya, Rasul menaruhnya sendiri dengan tangannya kemudian dibangunlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;&lt;b&gt;Bentuk Ka’bah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMeOcfbTVXI/AAAAAAAAACI/m61PTh0DRBg/s320/Bentuk+Ka%27bah.jpg" width="246" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ka'bah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter. Dibangun berupa tembok segi empat yang terbuat dari batu-batu besar yang berasal dari gunung-gunung di sekitar Mekah. Baitullah ini dibangun di atas dasar fondasi yang kokoh. Dinding-dinding sisi Ka'bah ini diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. Terkecuali satu dinding yang diberi nama "Rukun Hajar Aswad".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebelah Utara Rukun Iraqi (Irak).&lt;br /&gt;- Sebelah Barat Rukun Syam (Suriah).&lt;br /&gt;- Sebelah Selatan Rukun Yamani (Yaman).&lt;br /&gt;- Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat sisi Ka'bah ditutup dengan selubung yang dinamakan Kiswah. Sejak zaman Nabi Ismail, Ka'bah sudah diberi penutup berupa Kiswah ini. Saat ini Kiswah tersebut terbuat dari sutra asli dan dilengkapi dengan kaligrafi dari benang emas. Dalam satu tahun Ka'bah ini dicuci dua kali, yaitu pada awal bulan Dzulhijjah dan awal bulan Sya'ban. Kiswah diganti sekali dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;&lt;b&gt;Makam Nabi Ibrahim AS&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMek5BRSXxI/AAAAAAAAACY/-EGAao6FoRM/s1600/Makam+Nabi+Ibrahim.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMek5BRSXxI/AAAAAAAAACY/-EGAao6FoRM/s200/Makam+Nabi+Ibrahim.jpg" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim AS sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak disebelah timur Ka'bah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim AS berdiri di saat beliau membangun Ka'bah bersama-sama puteranya Nabi Ismail AS. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim AS yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;&lt;b&gt;Multazam&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMeoVENjOOI/AAAAAAAAACg/BMP1SysY1Pw/s1600/Multazam-.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMeoVENjOOI/AAAAAAAAACg/BMP1SysY1Pw/s1600/Multazam-.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan berdo'a sambil menempelkan tangan, dada, dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga  artikel &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html"&gt;Sejarah Pembangunan Ka’bah&lt;/a&gt; ini bisa membawa manfaat, menyejukan hati dan  menambah semangat kita dalam mengenal dan mencintai rumah Allah SWT (Baitullah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-1070105186125933174?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/1070105186125933174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1070105186125933174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1070105186125933174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/sejarah-pembangunan-kabah.html' title='Sejarah Pembangunan Ka’bah'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TMeLMMvuoII/AAAAAAAAACE/sP12w0ZX7j4/s72-c/Sejarah+Ka%27bah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-7764218143466083053</id><published>2010-10-21T12:26:00.008+07:00</published><updated>2011-10-04T20:14:31.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Haji'/><title type='text'>Syarat, Rukun dan Wajib Haji</title><content type='html'>&lt;b&gt;A. Syarat Wajib Haji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/syarat-rukun-dan-wajib-haji.html"&gt;Syarat wajib haji&lt;/a&gt; adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sehingga dia diwajibkan untuk melaksanakan haji, dan barang siapa yang tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat tersebut, maka dia belum wajib menunaikan haji. Adapun syarat wajib haji adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Islam&lt;br /&gt;2. Berakal&lt;br /&gt;3. Baligh&lt;br /&gt;4. Merdeka&lt;br /&gt;5. Mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Rukun Haji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/syarat-rukun-dan-wajib-haji.html"&gt;rukun haji&lt;/a&gt; adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji, dan jika tidak dikerjakan hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ihram&lt;br /&gt;Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wukuf&lt;br /&gt;Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tawaf Ifadah&lt;br /&gt;Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sa'i&lt;br /&gt;Sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tahallul&lt;br /&gt;Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tertib&lt;br /&gt;Tertib, yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Wajib Haji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/syarat-rukun-dan-wajib-haji.html"&gt;Wajib Haji&lt;/a&gt; adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tawaf Wada', yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-7764218143466083053?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/7764218143466083053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/syarat-rukun-dan-wajib-haji.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/7764218143466083053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/7764218143466083053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/syarat-rukun-dan-wajib-haji.html' title='Syarat, Rukun dan Wajib Haji'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-2403228783047205511</id><published>2010-10-16T03:02:00.014+07:00</published><updated>2011-10-04T20:08:54.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Haji'/><title type='text'>Ibadah Haji</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/ibadah-haji.html"&gt;&lt;b&gt;Ibadah Haji&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; merupakan rukun Islam yang kelima setelah Syahadat, Shalat, Zakat dan Puasa. Haji sendiri berasal dari kata hajj, yang artinya &lt;i&gt;mengunjungi sesuatu&lt;/i&gt;. Menurut istilah diartikan sebagai: &lt;i&gt;mengunjungi Bait Allah untuk menjalankan ibadah (iqamatan lin nusuk) pada waktu yang sudah ditentukan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal ini diwajibkan kepada setiap kaum muslim yang "istitha'ah" (mampu ), baik secara financial, fisik maupun memenuhi keperluan perjalanan. Mampu secara finansial, artinya mampu membayar biaya perjalanan dan biaya keluarga yang ditinggalkan. Mampu secara fisik artinya tidak sakit parah dan mampu duduk di kendaraan untuk melewati perjalanan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Ali Imran Ayat 97 menjelaskan : "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah Haji ialah syariat yang dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammad SAW, memperbaharui dan menyambung ajaran Nabi Ibrahim A.S. Ibadah haji semula diwajibkan ke atas umat Islam pada tahun ke-6 Hijrah. Pada tahun tersebut Rasulullah bersama-sama lebih kurang 1500 orang telah berangkat ke Makkah untuk menunaikan fardhu Haji, tetapi tidak dapat mengerjakannya karena dihalangi oleh kaum Quraisy, akhirnya timbul satu perjanjian yang dinamakan perjanjian Hudaibiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian itu membuka jalan bagi perkembangan Islam di mana pada tahun berikutnya (Tahun ke-7 Hijrah), Rasulullah telah mengerjakan Umrah bersama-sama 2000 orang umat Islam. Pada tahun ke-9 Hijrah barulah ibadah Haji dapat dikerjakan, di mana Rasulullah mengarahkan Saidina Abu Bakar As-Siddiq mengetuai 300 orang umat Islam mengerjakan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasulullah Menunaikan Haji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW menunaikan fardhu haji sekali saja semasa hayatnya. Haji itu dinamakan "Hijjatul Wada'/ Hijjatul Balagh/ Hijjatul Islam atau Hijjatuttamam Wal Kamal, karena selepas haji itu tidak berapa lama kemudian beliau pun wafat. Beliau berangkat ke Madinatul Munawwarah pada hari Sabtu, 25 Zulkaedah tahun 10 Hijrah bersama isteri dan sahabat-sahabatnya sekitar lebih dari 90.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah menyempurnakan syarat-syarat sunat Ihram, memakai ihram dan berniat ihram di Zulhulaifah, sekarang dikenali dengan nama Bir Ali, 10 km daripada Madinah dan beliau sampai di Makkah pada 04 Dzulhijjah setelah menempuh 9 hari perjalanan. Beliau berangkat ke Mina pada tanggal 08 Dzulhijjah dan bermalam di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ke Arafah untuk berwukuf pada 09 Dzulhijjah yang jatuhnya pada hari Jumat. Rasulullah telah menyempurnakan semua rukun dan wajib haji hingga tanggal 13 Dzulhijjah. Dan pada tanggal 14 Dzulhijjah, Rasulullah telah berangkat meninggalkan Makkah Al-Mukarramah kembali ke Madinah Al-Munawwarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peristiwa Semasa Hijjatul Wada'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa wukuf terdapat beberapa peristiwa penting yang dijadikan pegangan dan panduan umat Islam, diantaranya seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah minum susu di atas unta supaya dilihat oleh orang ramai bahawa hari itu bukan hari puasa atau tidak sunat berpuasa pada hari wukuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seorang sahabat jatuh dari binatang tunggangannya lalu meninggal, Rasulullah menyuruh supaya mayatnya dikafankan dengan 2 kain ihram dan tidak dibenarkan kepalanya ditutup atau diwangikan jasad dan kafannya. Sabda Baginda pada ketika itu bahwa " Sahabat itu akan dibangkitkan pada hari kiamat di dalam keadaan berihram dan bertalbiah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasulullah menjawab soalan seorang ahli Najdi yang bertanyakan " Apakah itu Haji ?". Sabdanya yang bermaksud " Haji itu berhenti di Arafah". Siapa tiba di Arafah sebelum naik fajar 10 Dzulhijjah maka ia telah melaksanakan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Turunnya ayat suci Al-Quranul Karim Surah Al-Maidah Ayat 3 :&lt;br /&gt;"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;"Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik laa syarika laka labbaik, Innal hamda wanni'mata laka wal mulk, Laa syariika laka."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;artinya :&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: left;"&gt;"Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: left;"&gt;Aku datang memenuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiNya,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: left;"&gt;Ya Allah aku penuhi panggilanMu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: left;"&gt;Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu semata-mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: left;"&gt;Segenap kerajaan untukMu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tidak ada sekutu bagiMu"&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-2403228783047205511?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/2403228783047205511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/ibadah-haji.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/2403228783047205511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/2403228783047205511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/ibadah-haji.html' title='Ibadah Haji'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-5687454907821921414</id><published>2010-10-14T01:37:00.019+07:00</published><updated>2011-10-04T20:06:19.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Memperhatikan Anak Setelah Lahir</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/memperhatikan-anak-setelah-lahir.html"&gt;Memperhatikan Anak Setelah Lahir&lt;/a&gt; - Kelahiran anak adalah sebuah nikmat yg tak terhingga dari Allah SWT, dengan susah payah si ibu mengandung, dan melahirkan bayi yg selalu dinantikannya. Sesudah anak lahir ibu tak akan ingat lagi bagaimana sakitnya melahirkan, kini ada dalam dekapannya si buah hati yang selalu dinantikannya. Mari kita syukuri nikmat Allah SWT ini dengan melaksanakan hak-hak anak kita&amp;nbsp; sesuai dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kelahiran anak, dianjurkan bagi orangtua atau wali dan orang di sekitarnya melakukan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;1. Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitu melahirkan, sampaikanlah kabar gembira ini kepada keluarga dan sanak famili, sehingga semua akan bersuka cita dengan berita gembira ini.&lt;br /&gt;Firman Allah 'Azza Wa Jalla tentang kisah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam bersama malaikat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: small;"&gt;وَامْرَأَتُهُ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِن وَرَاء إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub." (QS. Hud : 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah tentang kisah Nabi Zakariya 'Alaihissalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;فَنَادَتْهُ الْمَلآئِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَـى مُصَدِّقاً بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَسَيِّداً وَحَصُوراً وَنَبِيّاً مِّنَ الصَّالِحِينَ&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh". (QS. Ali Imran: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tahni'ah (ucapan selamat), tidak ada nash khusus dari Rasul dalam hal ini, kecuali apa yang disampaikan Aisyah Radhiyallahu 'Anha:&lt;br /&gt;"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam apabila dihadapkan kepada beliau anak-anak bayi, maka beliau mendo'akan keberkahan bagi mereka dan mengolesi langit-langit mulutnya (dengan korma atau madu )" ( HR. Muslim dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar bin Al Mundzir menuturkan: Diriwayatkan kepada kami dari Hasan Basri, bahwa seorang laki-laki datang kepadanya sedang ketika itu ada orang yang baru saja mendapat kelahiran anaknya. Orang tadi berkata: Penunggang kuda menyampaikan selamat kepadamu. Hasan pun berkata: Dari mana kau tahu apakah dia penunggang kuda atau himar? Maka orang itu bertanya: Lain apa yang mesti kita ucapkan. Katanya: Ucapkanlah:&lt;br /&gt;"Semoga berkah bagimu dalam anak, yang diberikan kepadamu, Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dikaruniai kebaikannya, dan dia mencapai kedewasaannya" ( Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Tuhfatul fi Ahkamil Maulud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;2. Menyerukan adzan di telinga bayi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abu Rafi' Radhiyallahu 'Anhu menuturkan:&lt;br /&gt;"Aku melihat Rasulullah SAW, menyerukan adzan di telinga Al-Hasan ibnu Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya, Fatimah." ( HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi).&lt;br /&gt;Hikmahnya, Wallahu A'lam, supaya adzan yang berisi pengagungan Allah dan dua kalimat syahadat itu merupakan suara yang pertama kali masuk ke telinga bayi. Juga sebagai perisai bagi anak, karena adzan berpengaruh untuk mengusir dan menjauhkan syaitan dari bayi yang baru lahir, yang ia senantiasa berupaya untuk mengganggu dan mencelakakannya. Ini sesuai dengan penyataan hadits:&lt;br /&gt;" Jika diserukan adzan untuk shalat, syaitan lari terbirit-birit dengan mengeluarkan kentut sampai tidak mendengar seruan adzan" (Ibid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;3. Tahnik (Mengolesi langit-langit mulut).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sunnah yang seyogyanya dilakukan pada saat menerima kelahiran bayi adalah tahnik, yaitu melembutkan sebutir korma dengan dikunyah atau menghaluskannya dengan cara yang sesuai lalu dioleskan di langit-langit mulut bayi. Caranya,dengan menaruh sebagian korma yang sudah lembut di ujung jari lain dimasukkan ke dalam mulut bayi dan digerakkan dengan lembut ke kanan dan ke kiri sampai merata. Jika tidak ada korma, maka diolesi dengan sesuatu yang manis (seperti madu atau gula). Abu Musa menuturkan:&lt;br /&gt;"Ketika aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku datang kepada Nabi, maka beliau menamainya Ibrahim, mentahniknya dengan korma dan mendo'akan keberkahan baginya, kemudian menyerahkan kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahnik mempunyai pengaruh kesehatan sebagaimana dikatakan para dokter. Dr. Faruq Masahil dalam tulisan beliau yang dimuat majalah Al Ummah, Qatar, edisi 50, menyebutkan: "Tahnik dengan ukuran apapun merupakan mu'jizat Nabi dalam bidang kedokteran selama empat belas abad, agar umat manusia mengenal tujuan dan hikmah di baliknya. Para dokter telah membuktikan bahwa semua anak kecil (terutama yang baru lahir dan menyusu) terancam kematian, kalau terjadi salah satu dari dua hal:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika kekurangan jumlah gula dalam darah (karena kelaparan).&lt;br /&gt;Jika suhu badannya menurun ketika kena udara dingin di sekelilingnya&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;4. Memberi nama.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Termasuk hak seorang anak terhadap orangtua adalah memberi nama yang baik. Diriwayatkan dari Wahb Al Khats'ami bahwa Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;" Pakailah nama nabi-nabi, dan nama yang amat disukai Allah Ta'ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah" ( HR.Abu Daud An Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian nama merupakan hak bapak.Tetapi boleh baginya menyerahkan hal itu kepada ibu. Boleh juga diserahkan kepada kakek, nenek,atau selain mereka. Rasulullah merasa optimis dengan nama-nama yang baik. Disebutkan Ibnul Qayim dalam Tuhfaful Wadttd bi Ahkami Maulud, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam tatkala melihat Suhail bin Amr datang pada hari Perjanjian Hudaibiyah beliau bersabda: "Semoga mudah urusanmu". Dalam suatu perjalanan beliau mendapatkan dua buah gunung, lain beliau bertanya tentang namanya. Ketika diberitahu namanya Makhez dan Fadhih, beliaupun berbelok arah dan tidak melaluinya.( Ibnu Qayim Al Jauziyah, Tuhfatul Wadud, hal. 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tuntunan Nabi mengganti nama yang jelek dengan nama yang baik. Beliau pernah mengganti nama seseorang 'Ashiyah dengan Jamilah, Ashram dengan Zur'ah. Disebutkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan :"Nabi mengganti nama 'Ashi, 'Aziz, Ghaflah, Syaithan, Al Hakam dan Ghurab. Beliau mengganti nama Syihab dengan Hisyam, Harb dengan Aslam, Al Mudhtaji' dengan Al Munba'its, Tanah Qafrah (Tandus) dengan Khudrah (Hijau), Kampung Dhalalah (Kesesatan) dengan Kampung Hidayah (Petunjuk), dan Banu Zanyah (Anak keturunan haram) dengan Banu Rasydah (Anak keturunan balk)." (Ibid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;5. Aqiqah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yaitu kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh dari kelahirannya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Salman bin Ammar Adh Dhabbi, katanya: Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah gangguan darinya" (HR. Al Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha,bahwa Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuan seekor kambing" (HR. Ahmad dan Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqiqah merupakah sunnah yang dianjurkan. Demikian menurut pendapat yang kuat dari para ulama. Adapun waktu penyembelihannya yaitu hari ketujuh dari kelahiran. Namun, jika tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh boleh dilaksanakan kapan saja, Wallahu A'lam. Ketentuan kambing yang bisa untuk aqiqah sama dengan yang ditentukan untuk kurban. Dari jenis domba berumur tidak kurang dari 6 bulan, sedang dari jenis kambing kacang berumur tidak kurang dari 1 tahun, dan harus bebas dari cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;6. Mencukur rambut bayi dan bersedekah perak seberat timbangannya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mempunyai banyak faedah, antara lain: mencukur rambut bayi dapat memperkuat kepala, membuka pori-pori di samping memperkuat indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. (Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyatul Auladfil Islam, juz 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekah perak seberat timbangan rambutnya pun mempunyai faedah yang jelas.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ja'far bin Muhammad, dari bapaknya, katanya:&lt;br /&gt;"Fatimah Radhiyalllahu 'anha menimbang rambut Hasan, Husein, Zainab dan Ummu Kaltsum, lalu ia mengeluarkan sedekah berupa perak seberat timbangannya (HR. Imam Malik dalam Al Muwaththa').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;b&gt;7. Khitan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yaitu memotong kulup atau bagian kulit sekitar kepala zakar pada anak laki-laki, atau bagian kulit yang menonjol di atas pintu vagina pada anak perempuan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Fitrah itu lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak" (HR. Al-bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;Khitan wajib hukumnya bagi kaum pria, dan rnustahab (dianjurkan) bagi kaum wanita.WallahuA'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa etika terpenting yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh orangtua atau pada saat-saat pertama dari kelahiran anak. Namun, di sana ada beberapa kesalahan yang terjadi pada saat menunggu kedatangannya Secara singkat, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;. Membacakan ayat tertentu dari Al Qur'an untuk wanita yang akan melahirkan atau menulisnya lalu dikalungkan pada wanita, atau menulisnya lalu dihapus dengan air dan diminumkan kepada wanita itu atau dibasuhkan pada perut dan farji (kemaluan)nya agar dimudahkan dalam melahirkan. ltu semua adalah batil, tidak ada dasamya yang shahih dari Rasulullah, Akan tetapi bagi wanita yang sedang menahan rasa sakit karena melahirkan wajib berserah diri kepada Allah agar diringankan dari rasa sakit dan dibebaskan dari kesulitannya. Dan ini tidak bertentangan dengan ruqyah yang disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b&lt;/b&gt;. Menyambut gembira dan merasa senang dengan kelahiran anak laki-laki, bukan anak perempuan. Hal ini termasuk adat Jahiliyah yang dimusuhi Islam. Firman Allah yang berkenaan dengan mereka:&lt;br /&gt;"Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya ceraikan isterinya karena hal itu, padahal kalau dia menggunakan akalnya, semuanya berada di tangan Allah 'Azza wa zalla. Dialah yang memberi dan menolak. Firman apa yang mereka tetapkan itu."(QS. An Nahl : 58-59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c&lt;/b&gt;. Mungkin ada sebagian orang bodoh yang bersikap berlebihan dalam hal ini dan memarahi isterinya karena tidak melahirkan kecuali anak perempuan. Firman Allah:&lt;br /&gt;"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (&lt;span class="content" style="color: black;"&gt;QS. Ash-Shura&lt;/span&gt; :49-50).&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada seluruh kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d&lt;/b&gt;. Menamai anak dengan nama yang tidak pantas. Misalnya, nama yang bermakna jelek atau nama orang-orang yang menyimpang seperti penyanyi atau tokoh kafir. Padahal menamai anak dengan nama yang baik merupakan hak anak yang wajib atas walinya. Termasuk kesalahan yang berkaitan dengan pemberian nama, yaitu ditangguhkan sampai setelah seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e&lt;/b&gt;.&amp;nbsp; Tidak menyembelih aqiqah untuk anak padahal mampu melakukannya. Aqiqah merupakan tuntunan Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam, dan mengikuti tuntunan beliau adalah sumber segala kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;f&lt;/b&gt;. Tidak menetapi jumlah bilangan yang ditentukan untuk aqiqah. Ada yang mengundang untuk acara aqiqah semua kenalannya dengan menyembelih 20 ekor kambing, ini merupakan tindakan berlebihan yang tidak disyariatkan. Ada pula yang kurang dari jumlah bilangan yang ditentukan, dengan menyembelih hanya seekor kambing untuk anak iaki-laki, inipun menyalahi yang disyariatkan. Maka hendaklah kita menetapi sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wasalam tanpa menambah ataupun mengurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;g&lt;/b&gt;. Menunda khitan setelah akil baligh.Tradisi ini dulu terjadi pada  beberapa suku, seorang anak dikhitan sebelum kawin dengan cara yang  biadab di hadapan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian kesalahan, dan masih banyak lainnya. Semoga cukup bagi kita dengan menyebutkan etika dan tata cara yang dituntunkan ketika menerima kelahiran anak. Karena apapun yang bertentangan dengan hal-hal tersebut, termasuk kesalahan yang tidak disyariatkan. (Disarikan dari kitab Adab Istiqbal al Maulud fil Islam, oleh ustadz Yusuf Abdullah al Arifi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-5687454907821921414?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/5687454907821921414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/memperhatikan-anak-setelah-lahir.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/5687454907821921414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/5687454907821921414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/memperhatikan-anak-setelah-lahir.html' title='Memperhatikan Anak Setelah Lahir'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-9198609674061886479</id><published>2010-10-10T06:35:00.010+07:00</published><updated>2011-10-04T20:04:52.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Rasul'/><title type='text'>Rasulullah SAW Dalam Ingatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/rasulullah-saw-dalam-ingatan.html"&gt;Rasulullah SAW Dalam Ingatan&lt;/a&gt; - Maha Suci Allah yang memberikan kita hidayah penerang kegelapan, mengaruniakan nikmat Iman dan Islam kepada kita yang merupakan sebaik-baik nikmat. Maha Suci Allah mengutus Muhammad Bin Abdullah sebagai imam para nabi, pahlawan yang perkasa, penguasa yang adil, guru yang lemah lembut, pelindung yang penyayang, qudwah hasanah untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang masih memberikan kita nafas di hari penuh bermakna ini untuk kembali menghayati, membersih diri, mengenang kembali, mengatur strategi, agar berjaya menjadi umat Rasulullah SAW yang diminumkan air dari tangannya yang mulia, diberi syafaat tatkala timbangan kita dikira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah SWT, yang berfirman: َ&lt;span style="color: black; font-family: inherit; font-size: small;"&gt;وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ&lt;/span&gt; , artinya: “&lt;i&gt;Dan kami tinggikan bagimu sebutan&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;nama&lt;/i&gt;)&lt;i&gt;mu&lt;/i&gt;” (QS An-Nasyrah: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun telah hampir 1420 tahun Baginda Rasulullah SAW telah meninggalkan kita, namun beliau masih dikenang dan akan terus dikenang selamanya. Kita sebagai umat Islam tidak dapat melupakan Baginda Rasulullah SAW yang telah menyelamatkan kita dari gelap jahiliyyah walaupun sesaat. Bagaimana bisa kita lupakan Baginda SAW sedangkan setiap sholat kita bershalawat keatasnya. Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW yang begitu cintakan umat sehingga ke ujung hayat Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW sedangkan Beliaulah yang telah berkorban jiwa dan raga demi menyelamatkan umatnya. Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW yang telah mengajarkan kita ma’iyyatullah tatkala berkata kepada Abu Bakar As-Syiddiq ‘La tahzan innallaha ma’ana’, ‘&lt;i&gt;Janganlah engkau takut sesungguhnya Allah SWT bersama-sama kita&lt;/i&gt;’ yang sedang ketakutan di Gua Tsur dalam perjalanan ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW yang telah mengajarkan arti sabar tatkala Beliau mengikatkan perutnya dengan dua ketul batu untuk menahan lapar di peperangan khandak. Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW yang mengajarkan arti kebersamaan tatkala mengajak semua Muslimin ikut bersama Rasulullah SWT menikmati seekor kambing yang dengan mukjizatNya tak kunjung habis walau dijamah seluruh muslimin ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW, sedangkan Bagindalah yang mengajarkan arti qona’ah tatkala Umar Al-Khattab RA menangis melihat bekas dibadan Baginda SAW akibat tidur tanpa alas sedang kaisar Roma dan Parsi ketika itu hidup dalam kemewahan, lalu Baginda SAW menjawab “&lt;i&gt;Apakah engkau meraguiku, mereka adalah golongan yang didahulukan nikmat di dunia. Sungguh dunia bagiku adalah seperti pengembara yang berteduh dibawah sebatang pohon&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW yang mengajarkan kita budi pekerti tatkala Baginda SAW menziarahi wanita yahudi yang sakit padahal wanita itu melempari Baginda dengan kotoran setiap kali Baginda ke Masjid. Bagaimana Mungkin kita lupakan Baginda SAW yang telah mengajarkan kita bagaimana berlaku adil tatkala berkata “Dimana aku esok? Dimana aku esok?” ketika Baginda sakit dirumah Maimunah Radiallahu ‘Anha agar isteri-isteri Baginda memperingatkan Baginda untuk tetap berlaku adil dan berada di rumah isteri yang sepatutnya walaupun baginda sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW, sedangkan Bagindalah yang telah mengajarkan kita tawaddu’ dan ringan tulang tatkala beberapa sahabat membagi-bagikan tugas untuk menyiapkan makanan dan setelah semua mendapat tugas Baginda berkata “dan aku akan mencari kayu api”. Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda yang telah mengajarkan arti disiplin tatkala berkata “Istaqim ya sawad!” “&lt;i&gt;Berdirilah dengan lurus dalam barisan wahai sawad&lt;/i&gt; !”. Bagaimana mungkin kita lupakan Baginda SAW yang telah mengajarkan kita setiap hal dan sisi dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda SAW pernah berkata aku ingin sekali (Baginda menggunakan perkataan wadadtu yang merupakan keinginan yang lahir akibat cinta yang mendalam) untuk bertemu dengan saudara-saudaraku, lalu para sahabat berkata tidakkah kami tergolong dalam saudara-saudaramu, baginda berkata kalian adalah sahabat-sahabatku namun yang aku maksud adalah mereka yang beriman pada masa akan datang setelah kewujudanku tiada lagi. Begitu besar cinta baginda SAW terhadap kita, namun apakah Baginda bertepuk sebelah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita yang mengaku umatnya, apakah kita mencintai Baginda SAW lebih dari segala-galanya seperti yang Baginda SAW ajarkan. Bukankah manusia ketika mencintai seseorang selalu ingin dan berusaha untuk bertemu dengan kekasih mereka, apakah kita ingin dan berusaha untuk bertemu kekasih kita yang Agung?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita tanya kepada diri kita sejauh mana cinta kita terhadap Baginda SAW. Seberapa hebatkah usaha kita untuk mengikuti sunnahnya tanda kasih sayang kita terhadap Baginda SAW. Sekuat manakah pengorbanan kita meninggalkan dosa demi meraih cinta Baginda SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah... karuniakanlah kepada kami Cinta kepada Rasulullah SAW, sepertimana cinta yang telah engkau karuniakan kepada Abu Bakar Assyiddiq, Umar Al-Khattab, Ustman Bin Affan, Ali Karramallahu Wajhah dan seluruh sahabat baginda SAW.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-9198609674061886479?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/9198609674061886479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/rasulullah-saw-dalam-ingatan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/9198609674061886479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/9198609674061886479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/rasulullah-saw-dalam-ingatan.html' title='Rasulullah SAW Dalam Ingatan'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-1029321338781019245</id><published>2010-10-08T23:14:00.005+07:00</published><updated>2011-10-04T20:03:39.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='10 Tokoh Berpengaruh NU'/><title type='text'>Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/hadratus-syaikh-kh-hasyim-asyari.html" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TK9BWULz6uI/AAAAAAAAACA/oF-cSoDn-BE/s1600/Hadratus+Syaikh+K.H.+Hasyim+Asy%27ari.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/hadratus-syaikh-kh-hasyim-asyari.html"&gt;K.H. Hasyim Asy’ari&lt;/a&gt; lahir pada 24 Dzulqa`dah 1287 H atau 14 Februari 1871 M di Desa Nggedang, Jombang, Jawa Timur. Ia anak ketiga dari 10 bersaudara pasangan Kiai Asy`ari bin Kiai Usman dari Desa Tingkir dan Halimah binti Usman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lahir dari kalangan elite santri. Ayahnya pendiri Pesantren Keras. Kakek dari pihak ayah, Kiai Usman, pendiri Pesantren Gedang. Buyutnya dari pihak ayah, Kiai Sihah, pendiri Pesantren Tambakberas. Semuanya pesantren itu berada di Jombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai umur 13 tahun, Hasyim belajar kepada orangtuanya sendiri sampai pada taraf menjadi badal atau guru pengganti di Pesantren Keras. Muridnya tak jarang lebih tua dibandingkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umur 15 tahun, ia memulai pengembaraan ilmu ke berbagai pesantren di Jawa dan Madura: Probolinggo (Pesantren Wonokoyo), Tuban (Pesantren Langitan), Bangkalan Madura (Pesantren Trenggilis dan Pesantren Kademangan), dan Sidoarjo (Pesantren Siwalan Panji).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengembaraannya yang terakhir itulah, ia setelah belajar lima tahun dan umurnya telah genap 21 tahun, tepatnya tahun 1891, diambil menantu oleh Kiai Ya`kub, pemimpin Pesantren Siwalan Panji. Ia dinikahkan dengan Khadijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dua tahun kemudian 1893, saat pasangan ini tengah berada di Makkah, Khadijah meninggal di sana ketika melahirkan Abdullah. Dua bulan kemudian Abdullah pun menyusul ibunya. Kala itu Hasyim tengah belajar dan bermukim di tanah Hijaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun itu juga, Hasyim pulang ke tanah air. Namun tak lama kemudian, ia kembali ke Makkah bersama adiknya Anis untuk belajar. Tapi si adik juga meninggal di sana. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1900, ia pulang kampung dan mengajar di pesantren ayahnya. Tiga tahun&amp;nbsp; kemudian, 1903, ia mengajar di Pesantren Kemuring, Kediri, sampai 1906, di tempat mertuanya, Kiai Romli, yang telah menikahkan dirinya dengan putrinya, Nafisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Makkah ia belajar kepada Syaikh Mahfudz dari Termas (w. 1920), ulama Indonesia pertama pakar ilmu hadits yang mengajar kitab hadits Shahih Al-Bukhari di Makkah. Ilmu hadits inilah yang kemudian menjadi spesialisasi Pesantren Tebuireng, yang kelak didirikannya di Jombang sepulangnya dari Tanah Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hidupnya, K.H. Hasyim menikah tujuh kali. Selain dengan Khadijah dan Nafisah, antara lain ia juga menikahi Nafiqah dari Siwalan Panji, Masrurah dari Pesantren Kapurejo Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1899, 12 Rabi’ul Awwal 1317, ia mendirikan Pesantren Tebuireng. Lewat pesantren inilah K.H. Hasyim melancarkan pembaharuan sistem pendidikan keagamaan Islam tradisional, yaitu sistem musyawarah, sehingga para santri menjadi kreatif. Ia juga memperkenalkan pengetahuan umum dalam kurikulum pesantren, seperti Bahasa Melayu, Matematika, dan Ilmu Bumi. Bahkan sejak 1926 ditambah dengan Bahasa Belanda dan Sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Cholil Bangkalan, gurunya, yang juga dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai Jawa, pun sangat menghormati dirinya. Dan setelah Kiai Cholil wafat, K.H. Hasyim-lah yang dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi penjajah Belanda, K.H. Hasyim menjalankan politik non-kooperatif. Banyak fatwanya yang menolak kebijakan pemerintah kolonial. Fatwa yang paling spektakuler adalah fatwa jihad, yaitu, “Wajib hukumnya bagi umat Islam Indonesia berperang melawan Belanda.” Fatwa ini dikeluarkan menjelang meletusnya Peristiwa 10 November di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paham keagamaan, pikiran yang paling mendasar Hasyim adalah pembelaannya terhadap cara beragama dengan sistem madzhab. Paham bermadzhab timbul sebagai upaya untuk memahami ajaran Al-Quran dan sunnah secara benar. Pandangan ini erat kaitannya dengan sikap beragama mayoritas muslim yang selama ini disebut Ahlussunnah wal Jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasyim, umat Islam boleh mempelajari selain keempat madzhab yang ada. Namun persoalannya, madzhab yang lain itu tidak banyak memiliki literatur, sehingga mata rantai pemikirannya terputus. Maka, tidak mungkin bisa memahami maksud yang dikandung Al-Quran dan hadits tanpa mempelajari pendapat para ulama besar yang disebut imam madzhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU didirikan antara lain untuk mempertahankan paham bermadzhab, yang ketika itu mendapat serangan gencar dari kalangan yang anti-madzhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/hadratus-syaikh-kh-hasyim-asyari.html"&gt;K.H. Hasyim Asy'ari&lt;/a&gt; wafat pada 7 Ramadhan 1366 atau 25 Juli 1947 pada usia 76 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-1029321338781019245?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/1029321338781019245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/hadratus-syaikh-kh-hasyim-asyari.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1029321338781019245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1029321338781019245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/hadratus-syaikh-kh-hasyim-asyari.html' title='Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy&apos;ari'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/TK9BWULz6uI/AAAAAAAAACA/oF-cSoDn-BE/s72-c/Hadratus+Syaikh+K.H.+Hasyim+Asy%27ari.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-365594781711964293</id><published>2010-10-07T00:36:00.003+07:00</published><updated>2011-10-04T20:02:22.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Gus Dur'/><title type='text'>Nyebut Bang !</title><content type='html'>Penampilan Gus Dur ketika memberikan pengantar pidato kenegaraan menyambut HUT ke-55 Kemerdekaan RI di Sidang Paripurna DPR Agustus 2000, jauh berbeda dibanding saat ia hadir di tempat yang sama untuk menjawab interpelasi DPR. Kali ini dia tampak tegang. Wajahnya agak cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun segala ketegangan akhirnya cair juga. Para anggota DPR malah beberapa kali dibuat terpingkal-pingkal oleh guyonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah pidato tanpa teks itu, Gus Dur bercerita tentang seorang kondektur bus asal Sumatera Utara yang bergelantungan di pintu bus. Ketika bus melaju kencang, rupanya sopir bus tak tahu kalau sang kondektur terjatuh kesenggol bus lain. Sang kondektur pun jatuh tersungkur. Kepalanya langsung membentur jalan dan retak. Napasnya sudah Senin Kemis terputus-putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah datang seorang Betawi yang mencoba menolong kondektur yang sekarat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/nyebut-bang.html"&gt;nyebut bang&lt;/a&gt;, nyebut," katanya sambil mendekatkan mulutnya ke telinga kanan kondektur itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud orang Betawi ini, agar kondektur yang sekarat tadi menyebut kalimat Syahadat La ilaha ilallah, sebelum meninggal. Tapi karena kondektur tadi bukan orang Islam, dia mengaitkan permintaan nyebut tadi dengan profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya, sang kondektur tadi sempat menyebut, "Blo..M-Depo....Blo M-Depo..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-365594781711964293?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/365594781711964293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/nyebut-bang.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/365594781711964293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/365594781711964293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/nyebut-bang.html' title='Nyebut Bang !'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-5707790941582058297</id><published>2010-10-03T00:09:00.005+07:00</published><updated>2011-10-04T20:00:58.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Sufi'/><title type='text'>Memberi Nasihat Gratis</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/memberi-nasihat-gratis.html"&gt;Memberi Nasihat Gratis&lt;/a&gt; - Suatu hari Nasrudin pergi ke rumah hartawan untuk mencari dana.&lt;br /&gt;"Bilang sama tuanmu," kata Nasrudin kepada penjaga pintu gerbang, "Mullah Nasrudin datang, mau minta uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penjaga masuk, dan kemudian ke luar lagi. "Aku khawatir, jangan-jangan, tuanku sedang pergi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke sini. Ini ada pesan untuk tuanmu," kata Nasrudin. "Meskipun ia belum memberi sumbangan, tapi tidak apa-apa, ini nasihat gratis buat tuanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain kali, kalau tuanmu pergi, jangan sampai ia meninggalkan wajahnya dijendela. Bisa-bisa dicuri orang nantinya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-5707790941582058297?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/5707790941582058297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/memberi-nasihat-gratis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/5707790941582058297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/5707790941582058297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/10/memberi-nasihat-gratis.html' title='Memberi Nasihat Gratis'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-1091132244100254799</id><published>2010-09-21T08:36:00.007+07:00</published><updated>2011-10-04T19:59:59.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Tipe Manusia</title><content type='html'>&lt;b&gt;Ibnu Abbas&lt;/b&gt; ditanya tentang lima &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/tipe-manusia.html"&gt;Tipe Manusia&lt;/a&gt;. Ditanyakan kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah manusia yang paling dermawan?” “Manusia yang sanggup memberikan sesuatu kepada orang yang bakhil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah manusia yang paling dewasa?” “Manusia yang memberikan maaf pada orang yang mendhaliminya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah manusia yang paling kikir?” “Manusia yang bakhil untuk bershalawat pada Nabi Muhammad”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah manusia yang paling maling?” “Manusia yang dalam shalatnya, dia tidak menyempurnakan ruku dan sujud, misalnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah manusia yang paling lemah?” “Manusia yang tidak berdaya menghadapi dunia untuk dipakai di jalan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hasan Al-Basri&lt;/b&gt;, seorang tokoh sufi terkenal, menyatakan bahwa manusia di zaman kita ada 6 macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia Singa, yaitu raja-raja (penguasa) dunia yang pekerjaannya menerkam yang lain dan tak ada yang mengalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manusia Serigala, yaitu golongan pedagang yang suka menghina barang dagangannya jika membeli dan memuji-mujinya jika dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manusia Babi, yaitu mereka yang menyerupai perempuan, suka memakai segala macam busana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manusia anjing, yaitu yang membodohi orang lain dan tidak berpegang teguh pada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manusia Musang, yaitu yang suka pura-pura dan menipu orang lain dengan agama supaya teraih dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Manusia Domba, yaitu mereka yang beriman (mukmin). Bulunya dibagi-bagi, susunya diperas, dagingnya dimakan, kulitnya dikoyak-koyak dan tulangnya dipotong-potong. Meski demikian, ia kuat untuk menerima penderitaan dari mereka yang menyakiti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-1091132244100254799?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/1091132244100254799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/tipe-manusia.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1091132244100254799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1091132244100254799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/tipe-manusia.html' title='Tipe Manusia'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-1902011228387600740</id><published>2010-09-18T03:20:00.003+07:00</published><updated>2011-10-04T19:58:01.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Air Mata Taubat Nabi Adam A.S</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/air-mata-taubat-nabi-adam-as.html"&gt;Air Mata Taubat Nabi Adam A.S&lt;/a&gt; - Semenjak Nabi Adam keluar dari Syurga akibat tipu daya iblis, beliau menangis selama 300 tahun. Nabi Adam tidak mengangkat kepalanya ke langit karena terlampau malu kepada Allah SWT. Beliau sujud di atas gunung selama seratus tahun. Kemudian menangis lagi sehingga air matanya mengalir di jurang Serantip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari air mata Nabi Adam itu Allah tumbuhkan pohon kayu manis dan pokok cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum air mata beliau. Burung itu berkata, "Sedap sungguh air ini." Nabi Adam terdengar kata-kata burung tersebut. Beliau menyangka burung itu sengaja mengejeknya karena perbuatan durhakanya kepada Allah. Ini membuat Nabi Adam semakin hebat menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Allah SWT telah menyampaikan wahyu yang bermaksud, "Hai Adam, sesungguhnya aku belum pernah menciptakan air minum yang lebih lezat dan hebat dari air mata taubatmu itu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-1902011228387600740?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/1902011228387600740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/air-mata-taubat-nabi-adam-as.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1902011228387600740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1902011228387600740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/air-mata-taubat-nabi-adam-as.html' title='Air Mata Taubat Nabi Adam A.S'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-2895336030016509403</id><published>2010-09-15T03:01:00.010+07:00</published><updated>2011-10-04T19:22:00.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Sufi'/><title type='text'>Kebijaksanaan dari Toko Sepatu</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/kebijaksanaan-dari-toko-sepatu.html"&gt;Kebijaksanaan dari Toko Sepatu&lt;/a&gt; - Nasrudin diundang menghadiri sebuah pesta perkawinan. Sebelumnya, di rumah orang yang mengundang itu, ia pernah kehilangan sendal. Karenanya sekarang ia tidak lagi meninggalkan sepatunya di dekat pintu masuk, tapi menyimpannya di balik jubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku apa itu di dalam sakumu?" tanya tuan rumah kepada Nasrudin.&lt;br /&gt;"Ha, mungkin dia sedang mencari-cari sepatuku," pikir Nasrudin, "untung aku dikenal sebagai kutu buku."&lt;br /&gt;Maka dengan sekeras-kerasnya ia berkata: "Tonjolan yang engkau lihat ini adalah Kebijaksanaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menarik sekali! Dari toko buku mana engkau dapatkan itu?"&lt;br /&gt;"Yang jelas aku mendapatkannya dari toko sepatu!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-2895336030016509403?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/2895336030016509403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/kebijaksanaan-dari-toko-sepatu.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/2895336030016509403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/2895336030016509403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/kebijaksanaan-dari-toko-sepatu.html' title='Kebijaksanaan dari Toko Sepatu'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-1979304969598311490</id><published>2010-09-10T03:26:00.004+07:00</published><updated>2011-10-04T19:20:45.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Besar Islam'/><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H</title><content type='html'>Manusia itu tempat berkumpulnya segala kealpaan dan kekhilafan, sehingga dia kadang mencari surga kemana-mana, padahal surga itu ada di dirinya sendiri. Dia akan merasa yang paling tidak beruntung dari semuanya, sehingga dia melupakan semua yang dia miliki. Orang-orang tercinta di sekitarnya, yang selalu bersedia membantu tanpa pamrih, serta segala keberuntungan yang dimilikinya, yang takkan pernah habis, asalkan dia tetap menyadari dan mensyukuri segala yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di hari yang fitri ini, ketika beberapa saat yang lalu, ketika riak-riak kehidupan dihadapi dengan hati suram, ketika berbagai peristiwa melintas seringkali dihadapi dengan tak bijak. Sehingga menenggelamkan kalbu ke dalam lembah kesalahan dan kekhilafan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mata salah memandang, ketika mulut seringkali salah dalam berucap, ketika segala ucapan dan perilaku, semata hanya mengoyak sanubari, menabur luka tak terobati di hati siapapun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati kerap salah menduga, ketika terlupa diri ini tuk menggemakan kebesaran Tuhan, ketika tak pernah lagi kedua tangan ini bersimpuh memohon anugerah Nya sekaligus ampunan Nya, kembali karunia Nya menyirami kalbu yang menjelang tandus ini. Mengantarkan kesempatan tuk merasakan kebahagiaan melalui akal yang kembali jernih, nurani yang kembali bersih dan warna hidup yang kembali putih, serta perilaku yang kembali tulus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gema takbir memenuhi sanubari, kembali jiwa bersujud dalam kebahagiaan, kembali kesucian memenuhi kalbu, kembali menyongsong Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html"&gt;&lt;b&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minal Aizin wal Faizin&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Batin.&lt;br /&gt;Taqabalallahu Minna Waminkum, Shiyaamana Washiyaamakum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-1979304969598311490?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/1979304969598311490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1979304969598311490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1979304969598311490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html' title='Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-6029556848104007025</id><published>2010-09-08T06:45:00.002+07:00</published><updated>2011-10-04T19:18:52.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Sufi'/><title type='text'>Tidak Konsisten dengan Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/tidak-konsisten-dengan-pengetahuan.html"&gt;Tidak Konsisten dengan Pengetahuan&lt;/a&gt; - Seorang Darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktek. Darwis itu pun bersedia menemani Nasrudin dan melihat perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Nasrudin menggosok kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa api itu kau tiup?" tanya sang Darwis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agar lebih panas dan lebih besar apinya," jawab Nasrudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah api besar, Nasrudin memasak sop. Sop menjadi panas. Nasrudin menuangkannya ke dalam dua mangkok. Ia mengambil mangkoknya, kemudian meniup-niup sopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa sop itu kau tiup?" tanya sang Darwis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agar lebih dingin dan enak dimakan," jawab Nasrudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu," ketus si Darwis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau tidak bisa konsisten dengan pengetahuanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, konsistensi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-6029556848104007025?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/6029556848104007025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/tidak-konsisten-dengan-pengetahuan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/6029556848104007025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/6029556848104007025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/tidak-konsisten-dengan-pengetahuan.html' title='Tidak Konsisten dengan Pengetahuan'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-4833943908362227635</id><published>2010-09-07T04:29:00.003+07:00</published><updated>2011-10-04T19:17:37.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Do'a Orang Teraniaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/doa-orang-teraniaya.html"&gt;Do'a Orang Teraniaya&lt;/a&gt; - Suatu pagi seorang laki-laki pergi berburu untuk mendapatkan rezeki yang halal. Namun hingga sore, ia belum mendapat satu pun binatang buruan. Lalu ia berdoa dengan tulus: "Ya Allah, anak-anakku menunggu kelaparan di rumah, berilah aku seekor binatang buruan". Setelah doanya ia panjatkan, Allah memberikannya rezeki, jala yang dibawa pemburu itu mengenai seekor ikan yang sangat besar. Ia pun bersyukur kepada Allah. Kemudian, beranjaklah ia pulang dengan hati riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan, ia bertemu dengan kelompok orang dengan seorang raja yang hendak berburu. Raja heran dan takjub luar biasa begitu melihat ikan besar yang dibawa pemburu itu. Lalu, ia menyuruh pengawal untuk merampas ikan itu dari sang pemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa susah payah, raja itupun mendapatkan ikan itu dengan gembira, ia langsung pulang. Ketika sampai di istana, ia mengeluarkan dan membolak-balik ikan itu sambil tertawa ria. Tiba-tiba ikan itu mengigit jarinya, akibatnya, badan sang raja panas dingin, sehingga malam itu sang raja tidak bisa tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa cemas, raja itupun memerintahkan agar seluruh dokter dihadirkan untuk mengobati sakitnya. Semua dokter menyarankan agar jarinya itu dipotong untuk menghindari tersebarnya racun ke anggota badan lain. Raja pun menyetujui nasihat mereka. Namun setelah jarinya dipotong, ia tetap tidak dapat istirahat karena ternyata racun itu telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter pun menyarankan agar pergelangan tangan raja dipotong dan raja pun menyetujuinya. Namun setelah pergelangan tangannya dipotong, tetap saja raja tidak dapat memejamkan matanya, bahkan rasa sakitnya makin bertambah.Ia berteriak dan meringis dengan keras karena racun itu telah merasuk dan menyebar ke anggota tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh dokter akhirnya menyarankan agar tangan hingga siku raja dipotong, raja pun menyetujuinya. Setelah tangan hingga sikunya dipotong, sakit jasmaninya kini telah hilang, tetapi diri dan jiwanya tetap belum tenang. Semua dokter akhirnya menyarankan agar raja dibawa ke seorang dokter jiwa (ahli hikmah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawalah sang raja menemui seorang dokter jiwa dan diceritakan seluruh kejadian seputar ikan yang ia rampas dari pemburu itu. Mendengar hal itu, ahli hikmah berkata, "Jiwa Tuan tetap tidak akan tenang selamanya sampai pemburu itu memaafkan dosa dan kesalahan yang telah Tuan perbuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian raja itu pun mencari pemburu itu. Setelah didapatkan, raja menceritakan kejadian yang dialaminya dan ia memohon agar si pemburu itu memaafkan semua kesalahannya. Si pemburu pun memaafkannya sambil berjabat tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja penasaran ingin mengetahui apa yang dikatakan si pemburu ketika raja merampas ikannya. "Wahai pemburu apa yang kau katakan ketika aku merampas ikanmu itu?" tanya sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hanya mengatakan 'ya Allah sesungguhnya dia telah menampakkan kekuatannya kepadaku, perlihatkanlah kekuatan-Mu kepadanya!" jawab pemburu itu. Sungguh, doa orang teraniaya sangat mustajab, maka berhati-hatilah dalam bertindak. Wallahu 'alam bi shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-4833943908362227635?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/4833943908362227635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/doa-orang-teraniaya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/4833943908362227635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/4833943908362227635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/doa-orang-teraniaya.html' title='Do&apos;a Orang Teraniaya'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-3429228528060263706</id><published>2010-09-06T04:23:00.002+07:00</published><updated>2011-10-04T19:16:12.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Kemuliaan dan Kedermawanan</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/kemuliaan-dan-kedermawanan.html"&gt;Kemuliaan dan Kedermawanan&lt;/a&gt; - Diceritakan bahwa pasukan Romawi menahan sebagian kaum wanita muslimat, kemudian beritanya terdengar oleh Al-Manshur bin 'Ammar. Orang-orang pun menyarankan kepadanya: “Sebaiknya engkau membuat majelis di dekat Amirul Mukminin, kemudian engkau gugah semangat manusia untuk melakukan penyerangan (dalam rangka membebaskan wanita muslimat yang ditawan tersebut).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selanjutnya Al-Manshur membuat majelis di dekat Amirul Mukminin, Harun Ar-Rasyid, yaitu di Ruqqah yang ada di negeri Syam. Ketika Syekh Al-Manshur sedang menganjurkan kepada orang-orang untuk berjihad di jalan Allah, tiba-tiba dilemparkanlah sebuah buntelan kain yang di dalamnya terdapat sebuah kantong terikat dan bercap. Padanya terdapat sepucuk surat. Al-Manshur kemudian membuka surat tersebut dan ternyata isinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku adalah salah seorang wanita dari kalangan keluarga Arab. Telah sampai kepadaku berita tentang apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Romawi terhadap kaum muslimat dan aku telah mendengar pula perihal anjuranmu kepada kaum Muslim agar mereka melakukan penyerangan berkenaan dengan kasus tersebut. Untuk itu, aku sengaja mengambil sesuatu yang paling berharga dari tubuhku, yaitu kedua kepangan rambutku ini yang kupotong, lalu kumasukkan ke dalam buntelan yang bercap ini. Aku memohon kepada Allah Yang Maha Besar semoga engkau menjadikan keduanya sebagai bagian dari tali kendali kuda yang digunakan untuk berjihad di jalan Allah. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Besar memperhatikan keadaanku yang sangat prihatin ini, lalu Dia mengasihani diriku melalui keduanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca ungkapan yang sangat menyentuh ini, Manshur tidak dapat menguasai dirinya lagi, hingga ia menangis dan orang-orang yang hadir di majelisnya pun ikut menangis. Saat itu juga khalifah Harun Ar-Rasyid bangkit dan memerintahkan untuk melakukan mobilisasi umum, lalu ia sendiri ikut berperang bersama kaum mujahid di jalan Allah. Akhirnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kemenangan kepada pasukan kaum Muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-3429228528060263706?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/3429228528060263706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/kemuliaan-dan-kedermawanan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/3429228528060263706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/3429228528060263706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/kemuliaan-dan-kedermawanan.html' title='Kemuliaan dan Kedermawanan'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-1570700338477847290</id><published>2010-09-04T08:31:00.003+07:00</published><updated>2011-10-04T19:12:05.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YPP Al Munawwar'/><title type='text'>Program Pendidikan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kitab yang dikaji:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Ma`had Ula&lt;br /&gt;* Kitab Jurumiyyah&lt;br /&gt;* Kitab Yakulu&lt;br /&gt;* Kitab Imrithi&lt;br /&gt;* Kitab Shorof Kaelani&lt;br /&gt;* Kitab Sulam At Taufiq&lt;br /&gt;* Kitab Safinatunnaja&lt;br /&gt;* Kitab Ta`lim Muta`alim&lt;br /&gt;* Kitab Tuhfatul `Atfal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Ma`had Tsani&lt;br /&gt;* Kitab Tarsif&lt;br /&gt;* Kitab Shorof Kaelani&lt;br /&gt;* Kitab Imrithi&lt;br /&gt;* Kitab Al Fiyyah&lt;br /&gt;* Kitab Bajuri&lt;br /&gt;* Kitab Sulam At Taufiq&lt;br /&gt;* Kitab Yakulu&lt;br /&gt;* Kitab Safinatunnaja&lt;br /&gt;* Kitab Jurumiyyah&lt;br /&gt;* Kitab Durotunnasihin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Ma`had `Aliyy&lt;br /&gt;* Kitab Nihayatujjaen&lt;br /&gt;* Kitab Tafsir Jalalen&lt;br /&gt;* Kitab Al Fiyyah&lt;br /&gt;* Kitab I`anatu Ath Tholibin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Program Pengajian:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Mingguan:&lt;br /&gt;* Selasa Malam I &amp;amp; III : Pengetahuan Umum&lt;br /&gt;* Rabu Sore : Kitab Bidayah&lt;br /&gt;* Kamis Sore : Kitab Qurotul `Uyun&lt;br /&gt;* Malam Kamis : Pendidikan Tilawatil Qur`an&lt;br /&gt;* Malam Jum`at : Riyadhoh dan Kegiatan Asrama&lt;br /&gt;* Jum`at Pagi : Olahraga&lt;br /&gt;* Ahad Pagi : Kuliah Shubuh atau Bahtsul Masa`il&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Bulanan:&lt;br /&gt;* Malam Rabu Pertama : Peksian Tasrifan&lt;br /&gt;* Malam Rabu Ke-Dua : Peksian Kitab&lt;br /&gt;* Malam Rabu Ke-Tiga : Tarbiyyatul Muballigh&lt;br /&gt;* Malam Rabu Ke-Empat : Tarbiyyatul Muballighoh&lt;br /&gt;* Malam Kamis Ke-Dua : Isthigotsah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Tahunan:&lt;br /&gt;* Pengajian Al Fiyyah Tahunan Warga Santri &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/"&gt;Al Munawwar&lt;/a&gt; (Patwa Salwa) dengan kitab pokok Nahwu dan Shorof serta Kitab Faroidh, Kitab Sulamunairen dan Kitab Taqribul Maqshod.&lt;br /&gt;* Diklat Ilmu Mantiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Program Umum:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Reuni Alumni (Ikasalwa – Ikatan Alumni Santri Al Munawwar)&lt;br /&gt;* Pengajian Alumni&lt;br /&gt;* Majelis Ta`lim&lt;br /&gt;* Pegajian Muda Mudi (Ikmal – Ikatan Muda Mudi Al munawwar)&lt;br /&gt;* Pengajian Anak-Anak (Iksan Prima – Ikatan Santri Pribumi Al Munawwar)&lt;br /&gt;* Zaula Salwa (Ziarah Auliya Santri Al Munawwar)&lt;br /&gt;* Pelatihan Komputer&lt;br /&gt;* PSAA ( Panti Sosial Asuhan Anak )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Bagi santri baru disediakan pendidikan khusus dalam jangka waktu yang ditentukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-1570700338477847290?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/1570700338477847290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/program-pendidikan.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1570700338477847290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/1570700338477847290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/program-pendidikan.html' title='Program Pendidikan'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-7090646277633514862</id><published>2010-09-02T08:29:00.001+07:00</published><updated>2011-10-04T19:07:27.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YPP Al Munawwar'/><title type='text'>Visi dan Misi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Visi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mencetak ‘Ulama’ul ‘Amilin (Ulama  yang mengamalkan Ilmu).  Ini  merupakan tujuan puncak dan menjadi  kejaran dan harapan seluruh  pemangku  &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/"&gt;Yayasan Pondok Pesantren Al Munawwar&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencetak Imamal Muttaqin (Sponsor manusia untuk bertaqwa). Bahwa    siapapun dapat menjadi sponsor yang aktif mendukung dalam menciptakan    manusia-manusia yang muttaqin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencetak pribadi yang Muttaqin.  Diharapkan lulusan Yayasan Pondok   Pesantren Al Munawwar atau bahkan  yang tidak lulus pun dapat memiliki   bekal dalam ketaqwaan pribadinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Misi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menggalang  segala potensi Umat Islam untuk meningkatkan derajat,   harkat martabat  umat menjadi Insan Kamil (manusia yang sempurna).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkreasi dalam bidang Pendidikan, Ekonomi serta Kesehatan untuk    sebanyak-banyaknya dapat bermanfaat bagi peningkatan derajat Umat Islam    sehingga terbebas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyelenggarakan pendidikan dan mengembangkan program-program pembelajaran yang berwawasan Imtaq dan Iptek.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada pembentukan jiwa pemimpin yang berakhlak mulia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyelenggarakan pendidikan dengan sistem fullday.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-7090646277633514862?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/7090646277633514862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/visi-dan-misi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/7090646277633514862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/7090646277633514862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/visi-dan-misi.html' title='Visi dan Misi'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4329598408166764661.post-5735631224726468306</id><published>2010-08-31T08:25:00.001+07:00</published><updated>2011-10-04T19:02:34.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YPP Al Munawwar'/><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/"&gt;Yayasan Pondok Pesantren Al Munawwar&lt;/a&gt; didirikan oleh Almarhum wal Magfurlah KH. Muhammad Mumun Munawwar beserta istri Hj. Dedeh   Munawwaroh pada tahun 1973. Yang berlokasi di Kampung Saguling Babakan,   Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Propinsi Jawa   Barat. Jarak dari Ibu kota Tasikmalaya 5 km ke arah Selatan dan dari  ibu  kota Kecamatan 1 km ke arah Utara. Kini Pondok Pesantren Al  Munawwar  telah mencatatkan diri sebagai Yayasan dengan nama Yayasan  Pondok  Pesantren Al Munawwar, Notaris Heri Hendriyana, SH, Nomor  52/11/200.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di areal tanah  seluas 1 hektar, dihuni lebih dari 200 santri  dan memiliki 50 lebih  cabang Pesantren yang tersebar di daerah Jawa. Merupakan lembaga  pendidikan Islam yang dengan segala kelebihan dan  kekurangannya selalu  mengupayakan agar para santrinya mampu berakhlaqul  karimah dan mendapat  ilmu yang bermanfa’at. Yang dituangkan dalam tiga  program pesantren,  yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ulama Al’Amilin (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya).&lt;br /&gt;2. Imamal Muttaqin (Memimpin ummat untuk bertaqwa).&lt;br /&gt;3. Muttaqin (Manusia yang bertahan dalam ketaqwaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha  ke arah tersebut ditunjang dengan strategi luar (Dzohiriyyah),  berbentuk kegiatan-kegiatan pendidikan dan pembinaan selama 24 jam dan   strategi dalam (Bathiniyyah), berbentuk ibadah- ibadah ritual yang   diberjama’ahkan. Seperti: riyadloh, istighotsah, sholat berjama’ah awal   waktu yang kesemuanya ada dalam kerangka peraturan sebuah organisasi   yang ditopang dengan administrasi dan fasilitas-fasilitas pelayanan   lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pendiri Pesantren &lt;a href="http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/"&gt;Al Munawwar&lt;/a&gt; wafat  pada tanggal 30 Muharram  1431 Hijriyyah, saat ini Pesantren Al Munawwar  diteruskan oleh putranya  KH. Encep Makki Madani yang dibantu oleh  Dewan Kiyai (KH. Anwar Hasyimin,  KH. Eman Sulaeman dan Aj. lukman  Anshory) dan santri senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Alloh SWT senantiasa  memberikan pertolongan dan membukakan  jalan kebaikan kepada kita  sekalian hingga sampai ke gerbang kesuksesan, Aamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4329598408166764661-5735631224726468306?l=ponpes-almunawwar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/feeds/5735631224726468306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/profil.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/5735631224726468306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4329598408166764661/posts/default/5735631224726468306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ponpes-almunawwar.blogspot.com/2010/09/profil.html' title='Profil'/><author><name>Al Munawwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_tWeh0WhQHNw/THuGDHVK67I/AAAAAAAAAA4/e1oDImJRN7E/S220/Al+Munawwar.png'/></author><thr:total>7</thr:total></entry></feed>
